Translate

Twitter Admin

@firdausnandi
@fauzimahendry
@afdalazizi
@wahyu_sabtriono
@kiki_2CE

Total Pageviews

Ads 468x60px

Social Icons

Popular Posts

Featured Posts

Showing posts with label Postig Dari Wahyu. Show all posts

Khasiat susu sapi


Khasiat susu sapi ternyata banyak sekali. Susu yang banyak digemari anak-anak ini disebut juga darah putih bagi tubuh karena mengandung banyak vitamin dan berbagai macam asam amino yang baik bagi kesehatan tubuh. Dalam segelas susu terdapat antara lain:
1. Potasium, yang menggerakkan dinding pembuluh darah agar tetap stabil, menghindarkan Anda dari penyakit darah tinggi dan jantung.
2. Zat besi, mempertahankan kulit tetap bersinar.
3. Tyrosine, mendorong hormon kegembiraan dan membuat tidur lebih nyenyak.
4. Kalsium, menguatkan tulang.
5. Magnesium, menguatkan jantung dan sistem saraf sehingga tidak mudah lelah.
6. Yodium, meningkatkan kerja otak besar.
7. Seng, menyembuhkan luka dengan cepat.
8. Vitamin B2, meningkatkan ketajaman penglihatan.

SAPI perah merupakan ternak penghasil susu yang sangat dominan dibandingkan ternak perah lainnya. Sapi perah sangat efisien dalam mengubah makanan ternak berupa konsentrat dan hijauan menjadi susu yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Di negara-negara maju, sapi perah dipelihara dalam populasi yang tertinggi, karena merupakan salah satu sumber kekuatan ekonomi bangsa. Sapi perah menghasilkan susu dengan keseimbangan nutrisi sempurna yang tidak dapat digantikan bahan makanan lain.

Dalam SK Dirjen Peternakan No. 17 Tahun 1983, dijelaskan definisi
susu adalah susu sapi yang meliputi susu segar, susu murni, susu pasteurisasi, dan susu sterilisasi. Susu segar adalah susu murni yang tidak mengalami proses pemanasan. Susu murni adalah cairan yang berasal dari ambing sapi sehat. Susu murni diperoleh dengan cara pemerahan yang benar, tanpa mengurangi atau menambah sesuatu komponen atau bahan lain.

Secara biologis, susu merupakan sekresi fisiologis kelenjar ambing sebagai makanan dan proteksi imunologis (immunological protection) bagi bayi mamalia.

Sejarah manusia mengonsumsi susu sapi telah dimulai sejak ribuan tahun sebelum masehi, ketika manusia mulai mendomestikasi ternak penghasil susu untuk dikonsumsi hasilnya. Daerah yang memiliki peradaban tinggi seperti Mesopotamia, Mesir, India, dan Yunani diduga sebagai daerah asal manusia pertama kali memelihara sapi perah.

Hal tersebut ditunjukkan dari berbagai bukti berupa sisa-sisa pahatan gambar sapi dan adanya kepercayaan masyarakat setempat yang menganggap sapi sebagai ternak suci. Pada saat itu pula susu telah diolah menjadi berbagai produk seperti mentega dan keju. Ketersediaan susu di zaman modern ini merupakan hasil perpaduan antara pengetahuan tentang susu yang telah berusia ribuan tahun dengan aplikasi teknologi dan ilmu pengetahuan modern.

Prof. Douglas Goff, seorang dairy scientist dari University of Guelph, Kanada menyatakan, komposisi susu terdiri atas air (water), lemak susu (milk fat), dan bahan kering tanpa lemak (solids nonfat). Kemudian, bahan kering tanpa lemak terbagi lagi menjadi protein, laktosa, mineral, asam (sitrat, format, asetat, laktat, oksalat), enzim (peroksidase, katalase, pospatase, lipase), gas (oksigen, nitrogen), dan vitamin (vit. A, vit. C, vit. D, tiamin, riboflavin). Persentase atau jumlah dari masing-masing komponen tersebut sangat bervariasi karena dipengaruhi berbagai faktor seperti faktor bangsa (breed) dari sapi.
Susu merupakan bahan pangan yang memiliki komponen spesifik seperti lemak susu, kasein (protein susu), dan laktosa (karbohidrat susu).


Lemak susu
Persentase lemak susu bervariasi antara 2,4% – 5,5%. Lemak susu terdiri atas trigliserida yang tersusun dari satu molekul gliserol dengan tiga molekul asam lemak (fatty acid) melalui ikatan-ikatan ester (ester bonds). Asam lemak susu berasal dari aktivitas mikrobiologi dalam rumen (lambung ruminansia) atau dari sintesis dalam sel sekretori. Asam lemak disusun rantai hidrokarbon dan golongan karboksil (carboxyl group). Salah satu contoh dari asam lemak susu adalah asam butirat (butyric acid) berbentuk asam lemak rantai pendek (short chain fatty acid) yang akan menyebabkan aroma tengik (rancid flavour) pada susu ketika asam butirat ini dipisahkan dari gliserol dengan enzim lipase.

Protein susu
Protein dalam susu mencapai 3,25%. Struktur primer protein terdiri atas rantai polipeptida dari asam-asam amino yang disatukan ikatan-ikatan peptida (peptide linkages). Beberapa protein spesifik menyusun protein susu. Kasein merupakan komponen protein yang terbesar dalam susu dan sisanya berupa whey protein. Kadar kasein pada protein susu mencapai 80%. Kasein terdiri atas beberapa fraksi seperti alpha-casein, betha-casein, dan kappa-casein. Kasein merupakan salah satu komponen organik yang berlimpah dalam susu bersama dengan lemak dan laktosa.

Kasein penting dikonsumsi karena mengandung komposisi asam amino yang dibutuhkan tubuh. Dalam kondisi asam (pH rendah), kasein akan mengendap karena memiliki kelarutan (solubility) rendah pada kondisi asam. Susu adalah bahan makanan penting, karena mengandung kasein yang merupakan protein berkualitas juga mudah dicerna (digestible) saluran pencernaan.

Kasein asam (acid casein) sangat ideal digunakan untuk kepentingan medis, nutrisi, dan produk-produk farmasi. Selain sebagai makanan, acid casein digunakan pula dalam industri pelapisan kertas (paper coating), cat, pabrik tekstil, perekat, dan kosmetik.

Pemanasan, pemberian enzim proteolitik (rennin), dan pengasaman dapat memisahkan kasein dengan whey protein. Selain itu, sentrifugasi pada susu dapat pula digunakan untuk memisahkan kasein. Setelah kasein dikeluarkan, maka protein lain yang tersisa dalam susu disebut whey protein.

Whey protein merupakan protein butiran (globular). Betha-lactoglobulin, alpha-lactalbumin, Immunoglobulin (Ig), dan Bovine Serum Albumin (BSA) adalah contoh dari whey protein. Alpha-lactalbumin merupakan protein penting dalam sintesis laktosa dan keberadaannya juga merupakan pokok dalam sintesis susu.

Dalam whey protein terkandung pula beberapa enzim, hormon, antibodi, faktor pertumbuhan (growth factor), dan pembawa zat gizi (nutrient transporter). Sebagian besar whey protein kurang tercerna dalam usus. Ketika whey protein tidak tercerna secara lengkap dalam usus, maka beberapa protein utuh dapat menstimulasi reaksi kekebalan sistemik. Peristiwa ini dikenal dengan alergi protein susu (milk protein allergy).


Karbohidrat susu
Karbohirat merupakan zat organik yang terdiri atas karbon, hidrogen, dan oksigen. Karbohidrat dapat dikelompokan berdasarkan jumlah molekul gula-gula sederhana (simple sugars) dalam karbohidrat tersebut. Monosakarida, disakarida, dan polisakarida merupakan beberapa kelompok karbohidrat. Laktosa adalah karbohidrat utama susu dengan proporsi 4,6% dari total susu. Laktosa tergolong dalam disakarida yang disusun dua monosakarida, yaitu glukosa dan galaktosa. Rasa manis laktosa tidak semanis disakarida lainnya, semacam sukrosa. Rasa manis laktosa hanya seperenam kali rasa manis sukrosa.

Laktosa dapat memengaruhi tekanan osmosa susu, titik beku, dan titik didih. Keberadaan laktosa dalam susu merupakan salah satu keunikan dari susu itu sendiri, karena laktosa tidak terdapat di alam kecuali sebagai produk dari kelenjar susu. Laktosa merupakan zat makanan yang menyediakan energi bagi tubuh. Namun, laktosa ini harus dipecah menjadi glukosa dan galaktosa oleh enzim bernama laktase agar dapat diserap usus.

Enzim laktase merupakan enzim usus yang digunakan untuk menyerap dan mencerna laktosa dalam susu. Enzim adalah suatu zat yang bekerja sebagai katalis untuk melakukan perubahan kimiawi, tanpa diikuti perubahan enzim itu sendiri. Jika kekurangan enzim laktase dalam tubuhnya, manusia akan mengalami gangguan pencernaan pada saat mengonsumsi susu. Laktosa yang tidak tercerna akan terakumulasi dalam usus besar dan akan memengaruhi keseimbangan osmotis di dalamnya, sehingga air dapat memasuki usus. Peristiwa tersebut lazim dinamakan intoleransi laktosa.

Pada saat bayi, manusia memproduksi sejumlah banyak enzim laktase untuk mencerna susu. Namun, enzim laktase ini biasanya berkurang pada saat dewasa yang pada akhirnya menyebabkan manusia tersebut tidak mampu mencerna laktosa. Kejadian ini biasanya terjadi pada seseorang yang tidak terbiasa mengonsumsi susu segar sebagai bagian dari menu makanan sehari-hari. Akibatnya pada saat dewasa tidak memiliki kekebalan terhadap laktosa, sehingga orang tersebut akan takut mengonsumsi susu segar. Hal tersebut dapat diatasi dengan cara mengubah susu menjadi produk lain seperti yoghurt. Pada yoghurt, laktosa dipecah menjadi lebih sederhana dengan bantuan bakteri. Intoleransi laktosa disebabkan pula pengaruh genetik.

cara mengajar yang baik


  
2.2.1Pendidikan
Pendidikan  adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatanspiritual keagamaan. Pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan keakhlakan mulia serta ketrampilan yang diprlukan diri nya,masyarakat, bangsa dan negara UU RI No. 20 Tahun 2003 (DepkesRI, 2003). Pendidikan adalah upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain untuk baik dari individu, kelompok atau masyarakat sehingga mereka melakukan apa yang diharapkan oleh pelaku pendidikan (Notoatmodjo, 2005).

a.Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah,  pendidikan tinggi. 

b.Pendidik informal adalah jalur pendidikan keluarga danlingkungan pendidikan informal merupakan pendidikan yangdilakukan diluar sekolah secara potensial dapat membantu dan menggantikan pendidikan formal dalam aspek tertentu.

c. Pendidikan non formal adalah jalur pendidikan di luar pendidikanformal yang dapat dilakukan secara berstruktur dan berjenjang.Makin tinggi tingkat pendidikan seseorang makin mudahmenerima informasi sehingga diharapkan makin banyak pula pengetahuan yang dimiliki. Dapat diartikan bahwa pendidikan sangat mempengaruhi perilaku seseorang. Jadi dapat dikatakan bahwa pendidikan itu membuat manusia dapat mengisi kehidupannya untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan.Pendidikan diperlukan untuk mendapatkan informasi misalnya hal-hal yang menunjang kesehatan, sehingga dapat meningkatkankesehatan dan kualitas hidup. Sejalan pendapat dari Nursalam dan Siti Priyani (2002) yang mengatakan bahwa pada umumnya pengetahuan seseorangdipengaruhi oleh pendidikan yang  pernah diterima, semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka semakin baik pula tingkat pengetahuannya. Pada umumnya semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin baik pula tingkat pengetahuannya Di Surakarta menyatakan bahwa ada hubungan positif diantara pendidikan wanita dengan penggunaan kontrasepsi yakni makin tinggi pendidikan  wanita makin tinggi proporsi wanita yang menggunakan kontrasepsi, bahwa ada hububgan positif antara pendidikan wanita dengan pengguna kontrasepsi (Sambito dalamFadlun, 2007). Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh (Gungde dalam Latun, 2009) di salah satu bidan praktik swasta di Surabaya,terdapat hubungan yang bermakna antara pengguna kontrasepsi dengan  tingkat pendidikan.
 
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Dewi, (2011)didapatkan bahwa sebagian besar akseptor mempunyai tingkat pendidikan menengah sebesar 47,6% dan sebagian merupakan akseptor lama sebesar 52,4%. Ada hubungan tingkat pendidikan ibu dengan pemilihan alat kontrasepsi, sehingga semakin tinggi tingkat pendidikan ibu akan menambah pengetahuan ibu dalam memilih alat kontrasepsi yang cocok untuk dirinya.



.2.2Umur Setionegoro dalam Yuliasri (2010) mengatakan bahwa umur <20 tahun adalah umur belum dewasa, 21 – 29 tahun dewasa muda,sedangkan umur 30 – > 40 tahun adalah dewasa penuh. Padaumumnya umur akan mempengaruhi seseorang dalam menentukan pemilihan alat kontrasepsi karena biasanya ibu dengan usia muda(baru pertama kali menggunakan alat kontrasepsi) akan cenderungmemilih alat kontrasepsi yang kebanyakan orang pakai.Menurut Novia (2008), sebagai salah satu upaya untuk dapatlebih menurunkan angka kebutuhan keluarga berencana yang belumterpenuhi (
unmet need 
) didefinisikan sebagai kesenjangan antara niatwanita usia reproduksi dengan perilaku penggunaan kontrasepsi
unmet need 
, maka pemenuhan kebutuhan pelayanan KB utamanyayang bertujuan untuk pembatasan kelahiran harus lebihmengutamakan kelompok wanita 35 – 39 tahun dan 40 – 44 tahun.
 
Jika kita tinjau dari kelompok umur, keinginan untuk memilikianak sangat tinggi. Dikalangan mereka yang berusia 15 – 29 tahun(hampir) 38%, sedangkan pada mereka yang berusia 30 – 49 tahun proposi sekitar 17%. Keinginan yang tinggi untuk memiliki anak dikalangan wanita muda ini dikarenakan mereka belum memiliki anak atau jumlah anak yang mereka miliki belum dirasakan cukup. Di sisilain, bagi kelompok usia tua (30 tahun ke atas) yang masihmenginginkan anak nampaknya perlu dicermati karena diantaramereka ini telah memiliki anak lebih dari dua (BPS dalam Latun,2009).Menurut Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI dalamFadlun, 2009) usia wanita yang paling banyak menjadi akseptor KByaitu 30 – 34 tahun sebesar 16,5% dan 25 – 29 tahun sebesar 15,65%.Hasil SDKI 1997 menunjukkan prevalensi kelahiran pada ibu usiamuda makin menurun. Wanita yang berumur muda (< 30 th) lebihmemilih kontrasepsi suntikan.Salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat fertilitas adalahrata-rata umur pada kelahiran anak pertama. Pada umumnya ibu yangmelahirkan pada usia muda mempunyai anak banyak dan mempunyairesiko kesehatan yang tinggi. Alat atau cara KB modern popular diantara wanita disemua umur. Namun demikian, pemakaiankontrasepsi pada wanita yang berumur lanjut lebih rendah di bandingkan mereka yang berumur 20-39 tahun. Wanita muda
 
cenderung menggunakan cara suntik, pil, dan susuk KB. Sementaramereka yang lebih tua cenderung memilih alat atau cara kontrasepsi jangka panjang seperti IUD, tubektomi wanita dan vasektomi pria(BPS dalam Latun, 2009).




2.2.3ParitasParitas adalah jumlah anak yang dilahirkan, salah satu carauntuk memperlambat tingkat pertumbuhan penduduk adalahmenurunkan tingkat kelahiran, karena sejak awal pemerintahmelaksanakan program KB sebagai
instrument 
untuk menurunkantingkat kelahiran. Paritas muda cenderung menggunakan kontrasepsiketika mempunyai lebih sedikit anak. Sebagai gambaran satu diantaratiga wanita yang berumur 45-49 tahun memakai kontrasepsi setelahmempunyai empat anak atau lebih (BPS dalam Latun, 2009).Pemakaian kontrasepsi meningkat pesat dengan jumlah anak yang masih hidup, sebesar 7% pada wanita yang belum memilikianak68%pada anak wanita yang memiliki anak 3 atau 4 dan turunmenjadi 48% pada wanita dengan anak 5 atau lebih. Wanita yangmasih muda mau menunda memiliki anak cenderung menggunakansuntik dan pil (BPS dalam Fadlun, 2008).Paritas adalah jumlah anak yang dilahirkan. Paritas2-3 merupakan paritas paling aman ditinjau dari sudut kematianmaternal paritas I dan paritas tinggi (lebih tinggi dari 3) mempunyaiangka kematian maternal lebih tinggi. Lebih tinggi dapat ditangani
 
dengan asuhan obstetrik lebih baik sedangkan resiko pada paritastinggi dapat dikurangi atau di cegah dengan keluarga berencana.Kehamilan yang tidak direncanakan World Fertility Survey yangdiadakan 40 negara sedang berkembang menyatakan bahwa 20-60%wanita berkeluarga tidak ingin menambah jumlah anak lagi. Namun50-75% dari jumlah ini ternyata tidak menggunakan salah satu metodekontrasepsi efektif. Sedangkan kehamilan yang tidak diinginkanmasih cukup besar (Winkjosastro, 2007).2.2.4PenghasilanPenghasilan adalah besar kecilnya penghasilan dipengaruhi olehmata pencaharian/pekerjaan yang dilakukan. Penghasilan seorangindividu dapat diartikan sebagai semua jenis penghasilan termasuk  penghasilan yang diperoleh tanpa memberikan sesuatu kegiatanapapun yang diterima oleh penduduk suatu Negara. Penghasilanadalah perolehan aktiva/sumber ekonomi dari pihak lain sebagaiimbalan atas penyerahan barang dagangan, jasa/aktivitas-aktivitasusaha perusahaan lainnya (Wahyudin, 2000). Penghasilan sebagai jumlah balas jasa berupa upah atau gaji keuntungan yang diterima berbagai faktor produksi. Penghasilan adalah besarnya pendapatan/ penghasilan yang diterima oleh suami, istri dan anak (bilaada) baik yang berasal dari penghasilan pokok atau penghasilansampingan, biasanya diukur dalam jumlah rupiah yang diterima setiap bulan.
 
Penggolongan penghasilan berdasarkan jenisnya, penghasilandibedakan menjadi dua yaitu:a.Penghasilan berupa barang, penghasilan berupa barangmerupakan segala penghasilan yang diterimadalam bentuk barangdan jasa. Barang dan jasa yang diterima dinilai dengan harga pasar sekalipun tidak diimbangi ataupun disertai transaksi uangyang menikmati barang dan jasa tersebut. Demikian juga pemerimaan barang secara cuma-cuma, pembelian barang denganharga subsidi atau reduksi dari majikan merupakan penghasilan berupa barang. b.Penghasilan berupa uang, penghasilan berupa uang merupakan penghasilan yang diterima biasanya sebagai balas jasa, misalnyadari majikan, penghasilan bersih dari usaha sendiri dan pekerjaan bebas, penghasilan dari penjualan barang-barang yang dipeliharadari halaman rumah, hasil investasi seperti modal, tanah, uang pensiunan, jaminansosial serta keuntungan sosial.

- Copyright © Kecebong Anyuik - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -